#SIP Netiquette

Standard

source: http://edtech2.boisestate.edu/HelenMiller/edtech502/netiquette.html

Setiap apa yang seseorang lakukan tentu ada peraturan, tata cara, dan etika. Begitu pula dengan internet, apa yang di post baik itu gambar, video, maupun kata-kata tentu memiliki etika. Etika dalam media online atau internet disebut juga dengan Netiquette.

Sebelum saya menjelaskan Netiquette secara lebih jauh, saya akan menjelaskan tentang internet lebih dulu. Internet adalah suatu jaringan komputer yang sangat besar, terdiri dari  jutaan perangkat komputer yang terhubung melalui suatu protokol  tertentu untuk  pertukaran informasi antar komputer tersebut. Salah satu keistimewaan Internet adalah memungkinkan hampir semua jenis komputer dapat berhubungan satu sama lain mulai dari mainframe canggih diperusahaan-perusahaan besar sampai komputer pribadi dirumah atau laptop bahkan handphone(Shahab, 2013). Karena kemudahan internet yang dapat kita rasakan padahandphone kita sendiri, itu membuat orang-orang jaman sekarang tidak bisa hidup tanpa internet. Setiap jam, menit, detik, pasti kita akan membutuhkan internet.

Internet jaman sekarang digunakan untuk berbagai macam, untuk mencari bahan tugas, untuk menyalurkan inspirasi-inspirasi seperti nge-blog, dapat juga untuk menyalurkan bakat, dan yang paling banyak digunakan saat ini adalah untuk ber-media sosial. Media sosial saat ini banyak digunakan oleh remaja, hampir seluruh media sosial saat ini seperti facebook, twitter, instagram, path, dan lain-lain dikuasai oleh remaja. Media sosial sendiri memiliki arti yaitu sebuah platform dan teknologi yang memungkinkan dibuatnya konten interaktif, kolaborasi, dan pertukaran informasi antara para penggunanya serta semua itu berbasis internet (Fuji, 2015).

Karena media sosial memang dunia maya, seringkali yang menggunakan juga menganggap tidak masalah untuk mengatakan hal yang seolah semaunya mereka. Salah satu contoh adalah saat memberi komentar di post orang lain.

Berikut ini adalah ringkasan dari pedoman netiket oleh Virginia Shea dan dari beberapa jurnal penelitian (dalam Saputra, 2013):

1. Pikirkan dulu sebelum posting (Think first before posting)

Karakteristik sebuan pesan atau tulisan di dunia maya yaitu dapat disalin dan diteruskan secara cepat. Pertimbangan yang matang sebelum menulis mutlak diperlukan agar tidak terjadi dampak yang tidak diinginkan. Hindari menulis di saat kesal atau marah. Lebih baik menunggu satu hari atau beberapa saat daripada menulis atau menjawab komentar secara tergesa-gesa

2. Tulis judul posting dan komentar dalam huruf besar dan kecil. Huruf KAPITAL semua (uppercase) akan dipersepsi oleh orang lain seperti “BERTERIAK”, sementara jika huruf kecil semua akan menyulitkan untuk dibaca.

3. Hindari singkatan alay

Singkatan ini mungkin umum digunakan seperti “Pls, fwd, asap ” dan sejenisnya, tapi tidak semua orang faham.

4. Menulis dan berkomentar secara singkat dan fokus

Menulis atau berkomentar secara singkat dan fokus memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada ngalor-ngidul, ingin semua dibahas, menjadi tidak fokus. Singkat bukan berarti satu atau dua kata saja, tetapi fokus pada apa yang hendak disampaikan dengan bahasa yang singkat dan mudah dimengerti oleh semua orang. Ingatlah, bahwa manusia hanya akan mengingat kata terakhir saja atau kata yang menurutnya penting saja sebagai kata kunci dalam merespons. Gunakan spasi dan baris dengan baik untuk dapat menekankan informasi mudah untuk dibaca.

5. Hindari smiley atau emoticon

Tidak semua orang faham dengan arti dari sebuah emoticon. Seperti diungkapkan oleh Scheuermann (1997), emoticon dengan “gambar kepala orang yang sedang mengisap rokok” misalnya, si pembaca akan bertanya-tanya “apa maksudnya dari ini”? Saya juga tidak tahu sampai saat ini apa arti dari emoticon itu.

Emoticon sangat sedikit yang dapat dimengerti, kebanyakannya membingungkan. Banyak cara yang lebih baik untuk menyampaikan perasaan daripada dengan sebuah emoticon.

6. Hindari flaming

Pedoman ini adalah “Golden Rule“, aturan utama dalam netiket. Flaming secara mudahnya dapat diartikan penghinaan atau komentar kasar terhadap orang lain. Flaming juga dapat berarti lari dari substansi atau fokus diskusi.  Secara lebih luas flaming adalah tindakan provokasi, mengejek, ataupun penghinaan yang menyinggung pengguna lain.

Menurut Virginia Shea, flaming dalam sebuah diskusi bisa berarti “perdebatan sengit” (istilah kitanya mungkin “debat kusir”). Flaming dalam arti debat, menurut Shea, kalaupun hendak mendebat hindari mendebat secara membabi-buta.

Hindari mendebat pada pemula ataupendatang baru yang mungkin berstatemen agak “bodoh”. Karena mungkin ilmunya masih terbatas atau belum mempelajari karakteristik dari forum yang ia ikuti.

Debat kusir tidak akan mencerminkan bahwa “Anda populer” atau “Anda pintar”, justru mendebat dengan membabi buta seringkali menyebabkannya terjebak pada komentar yang “bodoh” (poorly executed flames). Dalam buku Netiquette diingatkan bahwa, “Remember that a poorly executed flame is worse than no flame at all” (silahkan diartikan, saya susah untuk mencari padanan katanya).

7. Hindari sikap mudah tersinggung

Beberapa pesan berupa posting atau komentar mungkin tidak bermaksud untuk menggoda atau mencemooh. Misalnya, seseorang yang berkomentar tentang bagaimana cuaca di sekitarnya yang menurutnya menyenangkan.  Lantas hal ini dipersepsi berbeda dan dikomentari oleh seseorang, bahwa cuaca di lingkungan sekitarnya jelek (bad weather). Padahal keduanya berbeda negara atau berbeda wilayah. Hal ini akan memicu salah pengertian. Keduanya sebetulnya benar, tetapi ketika bertemu dalam satu frame menjadi satu hal yang kontradiktif.

8. Hindari sikap atau kata-kata yang menggurui

Jauh lebih baik untuk menulis argumentasi dengan alasan yang logis daripada berkhotbah. Scheuermann (dalam Saputra, 2013) mengutip pendapat dari seorang pendeta bernama Bob Crispen yang mengatakan: “Setiap orang dari waktu ke waktu selalu ingin mengkhotbahi orang lain, melangkah dengan berani ke perkemahan musuh dan menyampaikan ajaran atau keyakinannya, Anda benar, Anda salah, Anda masuk surga, Anda masuk neraka, dan seterusnya”.

9. Memaafkan kesalahan orang lain

Memaafkan bukan hanya di dunia nyata tetapi juga penting di dunia maya. Tentang ini saya rasa tidak usah dijabarkan lebih lanjut.

10. Kenali audiens

Posting dengan maksud yang benar tetapi disampaikan pada saat yang tidak tepat akan memicu pertengkaran. Hal ini karena penulis gagal memahami audiens dari tulisannya. Misalnya tulisan tentang kritik pada kondisi kemerdekaan RI tetapi disampaikan pada saat hari HUT Kemerdekaan dengan mengatakan “Kita Belum Merdeka”. Bayangkan jika ibu atau kekasih Anda sedang ulang tahun, apakah Anda akan tega mengkritiknya pada saat ia ulang tahun?

Sebuah millis atau forum menurut Suryaningsih (Hadi, 2006) juga mempunyai aturan-aturan, diantaranya :

1. Jangan menggunakan huruf kapital

Penggunaan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati si penulis. Huruf kapital mencerminkan penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak.

2. Mengutip Seperlunya.

Ketika peserta forum ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam satu forum, maka sebaiknya bagian yang dikutip adalah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang ingin ditanggapi dan buang bagian yang tidak perlu. Jangan sekali-kali mengutip seluruh isinya karena itu bisa membebani bandwith server yang bersangkutan dan bisa berakibat kecepatan akses ke forum tersebut menjadi terganggu.

3. Perlakuan Terhadap Pesan Pribadi

Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi (private message),anggota forum tidak sepatutnya mengirim/menjawabnya kembali ke dalam forum umum, kelompok grup, atau milis

4. Hati-hati Dalam Mem-forward

Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya. Sebelum memforward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim itu adalah benar adanya.

5. Jangan Menggunakan “CC”

Ketika mengirim e-mail ke sejumlah orang, jangan cantumkan nama-nama pada kolom “CC“. Jika anggota forum melakukan hal itu –biasa disebut cross posting–, semua orang yang menerima e-mail tersebut , akan bisa melihat alamat-alamat email orang lain. Umumnya orang tidak suka bila alamat e-mailnya dibeberkan di depan umum. Gunakanlah selalu “BCC“. Dengan cara ini setiap orang hanya bisa melihat alamat e- mailnya sendiri.

6. Menghindari Menggunakan Format HTML

Jika anggota forum mengirim sebuah pesan penting ke angrgota yang lain, jangan gunakan format HTML tanpa yakin bahwa program e-mail anggota forum tersebut bisa membaca kode HTML. Sebaliknya, format yang digunakan adalah format plain text.

7. Menghindari Mengirim File (berukuran besar) Melalui Attachment

Peraturan e-mail secara internasional melarang transfer file melalui e-mail, apalagi di dalam milis. Pada umumnya penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia ‘hanya’ memberi quota space 2-5 MB. Pengiriman file yang besar, akan membuat proses downloading menjadi lamban.

8. Ketika ‘Harus’ Menyimpang Dari Topik

Tiap milis/forum tentu memiliki peraturan khusus mengenai obyek bahasan yang diperkenankan. Sehingga tatkala anggota forum ingin menyampaikan/meminta sebuah informasi di luar topik yang telah ditentukan, sepatutnya disertakan pula tanda khusus pada kolom subyek e-mail anggota milis yang lain tidak terkecoh dengan isi e-mail tersebut.

9. Menghindari Personal Attack

Ketika berada dalam situasi debat yang sengit, jangan menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya.

10. Kritik dan Saran yang Bersifat Pribadi Harus Lewat PM (Personal Message)

Bila kritik dan saran itu ditujukan untuk anggota forum secara umum atau pihak moderator dalam rangka perbaikan sistem forum, anggoata forum boleh mempostingnya di dalam forum selama tidak menunjuk orang per orang tertentu.

11. Jujur Dalam Mencantumkan Sumber dan/atau Penulis

12. Bijak Ketika Hendak Meng-copy Sebuah Situs

Referensi :

Fuji, B. (2015). Pengertian media sosial menurut para ahli. Dari: http://www.trigonalmedia.com/2015/08/pengertian-media-sosial-menurut-para.html. Diakses tanggal: 23 September 2015.

Hadi, N. (2006). Etika berkomunikasi di dunia maya dengan netiquette. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNY, 1, 341-362.

KapanLagi.com. (2015). Chika jessica marah ke haters, deddy corbuzier bela habis-habisan. Dari: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/chika-jessica-marah-ke-haters-deddy-corbuzier-bela-habis-habisan-c308fe.html. Diakses tanggal: 23 September 2015.

Saputra, H. (2013). Pedoman dalam berinteraksi di dunia maya (netiquette). Dari: http://harjasaputra.com/riset/pedoman-dalam-berinteraksi-di-dunia-maya-netiquette.html. Diakses tanggal: 23 September 2015.

Shahab, A. (2013). Seluk beluk internet. Dari: http://dokter-alwi.com/internet_files/internet.html. Diakses tanggal: 23 September 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s